Selasa, 18 Maret 2014
Jenis Benang dan Tinta Sablon
Disini akan dipaparkan soal bagaimana lebih mengenal sablon kaos manual. Pengenalan ini dilakukan agar teman-teman lebih memahami dan tidak merasa kebingungan saat akan sablon kaos. Baiklah, bentuk perkenalan dimulai dari paling banyak ditanyakan, yakni
JENIS BENANG
1. Benang 20S
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
2. Benang 24S
Untuk benang ini biasanya sedikit agak langka alias sulit didapat, entah kenapa? Tapi yang jelas benang ini dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
3. Benang 30S
Sama halnya dengan 20s, untuk benang 30s dapat dikatakan mudah didapat. Untuk benang ini sendiri biasanya dipakai jika kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
4. Benang 40 S
Benang ini jarang dipakai, mungkin bisa dikatakan terlalu tipis. Namun, bukan berarti tak ada orang yang memilih benang ini. Hal demikian sebenarnya tergantung pada masing-masing aja. Untuk benang jenis ini biasa jika kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
Usai berkenalan dengan jenis-jenis benang, sudah saatnya berlanjut ke JENIS-JENIS SABLON
1. Rubber
Mungkin sudah taka sing lagi. Soalnya, jenis ini merupakan yang paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
yang ini favorid agan-agan di FJB
2. Pigmen
Jika kita memilih kaos yang berwarna, maka coba gunakan cat ini. Soalnya, cat ini memang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.
3. Plastisol
Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.
4. Glow in the dark
Cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
5.Reflektif
Cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari 3M.
6. Discharge
Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
7. Flocking
Cat dengan bentuk jadi seperti beludru.
8. Foam atau cat timbul
Di dunia garment international biasa disebut dengan puff print. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar